Labels

Friday, April 25, 2008

Nomaden a.k.a homeless

Pagi ini aku "terbangun" dari dalam tidurku, seseorang menanyakan alasanku kenapa untuk tidak pulang ke rumah malam kemaren, dan aku menjawab " karena aku tidak ingin pulang ke rumah", "mengapa kamu tidak ingin pulang ke rumah?", tanya dia sekali lagi.
" karena aku bosan di rumah!" jawabku.
aku sadar dengan apa yang aku lakukan ini, terkadang aku malu dengan diriku sendiri. di usia yang tidak muda lagi, aku masih menumpang di rumah orang tua, menumpang untuk mendapatkan makanan, menumpang untuk merebahkan badan, dan menumpang untuk menyimpan barang2. aku tahu, rumahku sangatlah nyaman, walaupun aku tidak memiliki kamar sendiri, setiap malam aku merebahkan badan di depan televisi hingga ku tertidur.
aku sadar, kalau kondisi seperti ini tetap harus aku lalui, maka tidaklah baik bagi diriku. masih terngiang dalam telingaku ketika pacarku menanyakan, kenapa anak muda di sini masih tetap menumpang di rumah orang tua??. dari pertanyaan itu akan timbul beribu jawaban yang ada. budaya disini masih menganggap bahwa anak yang belum menikah itu masih tanggung jawab orang tua. ato mungkin, karena kondisi si anak itu yang belum mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membeli rumah sendiri, jadi masih menumpang orang tua. dan akhirnya tetap saja ada beribu jawaban tentang pertanyaan itu.
bagi aku sendiri, aku akan malu dengan apa yang aku lakukan seperti kebanyakan pemuda di negara ini, walaupun sebenarnya itu adalah sebuah ironi yang tragis, karena aku harus melakukan apa yang mereka([para pemuda) lakukan. aku meninggalkan rumah bukan karena aturan rumah yang membelengguku. tentang aturan bangun, aturan sholat (ini bagiku adalah masalah personal terhadap aku dan DIA). aku melakukan ini karena aku harus bisa "survive" dalam kehidupan. aku mencoba untuk belajar tentang arti kehidupan, ketika aku berada di "luar", aku bisa berkontemplasi ketika dalam keadaan sendiri. aku bisa melihat kenyataan yang ada ternyata harus dilalui oleh diriku. aku harus melalui fase ini agar bisa membuktikan pada diriku dan orang rumah bahwa anak lelaki terakhir mereka akan membanggakan orang tua dan kehidupannya. dan jawaban terakhir yang aku berikan kepada mereka yang akan menanyakan pertanyaan yang sama adalah: hidup adalah sebuah perjuangan untuk mencapai harapan dan keinginan. dan ini adalah saat untuk menjadi traveler dalam kehidupan yang sesungguhnya, walaupun traveler dalam skala kecil, dan memang semua harus di mulai dari yang kecil dulu kan?
selamat kawan! semoga apa yang bisa kita lakukan menjadi contoh bagi yang lain, dan semua itu akan tetap berdialektika!!!

No comments: