seks adalah hal yang tabu untuk dibicarakan
seks adalah sebuah kebutuhan dasar mahluk hidup
seks itu menyakitkan
seks itu indah
seks itu sebuah larangan
seks itu sebuah anjuran
seks adalah kuasa ego
seks adalah penyempurnaan 2 jiwa
"think before click"-------------------------"safe sex"
Friday, November 28, 2008
Wednesday, September 17, 2008
njeruhe segoro
Jika kita hanya bisa mematri, maka akan tetap tercipta patrian - patrian yang akan selalu membekas di benak kita. Menanyakan ketidak pastian, menanyakan ketidak tahuan, menanyakan ketidak beruntungan, dan akan tetap selalu menanyakan - menanyakan..
kita semua hanya bisa berjalan mengikuti arus air, dan jika kita harus melawan arus air yang menerpa badan. Aku masih ingat ucapan bijak seorang kawan " Nek wis ngerti njeruhe segoro ndang mentaso (kalau sudah tahu dalamnya lautan, segera keluarlah)". Sebuah kata kata yang sebenarnya biasa, tapi cukup bermakna filosofis.
terima kasih kawan..
kita semua hanya bisa berjalan mengikuti arus air, dan jika kita harus melawan arus air yang menerpa badan. Aku masih ingat ucapan bijak seorang kawan " Nek wis ngerti njeruhe segoro ndang mentaso (kalau sudah tahu dalamnya lautan, segera keluarlah)". Sebuah kata kata yang sebenarnya biasa, tapi cukup bermakna filosofis.
terima kasih kawan..
Friday, June 20, 2008
Wednesday, May 14, 2008
crossover pride
mataku sudah lelah, otakku sedang penat, memikirkan permasalahan yang terjadi aku dengan dia! aku sudah lelah untuk berpikir malam ini, namun hatiku memaksa untuk bertarung!
ah sudahlah! biar kulanjutkan pertarungan hati ini!!!
ah sudahlah! biar kulanjutkan pertarungan hati ini!!!
melepas lelah
dan ketika hari itu akan telah berakhir, aku hanya bisa menyapa dengan ketakutan yang mendalam. ketakutan yang mungkin telah kupersiapkan sejak awal. ketakutan akan sebuah resiko yang kujalani untuk mengetahui makna. setiap persimpangan akan selalu ada perpisahan, dan setiap perpisahan akan selalu ada perjumpaan. mengingat romantisme masa lalu seperti sebuah alat penghisap kesadaran, dimana kita akan terhisap secara pelan-pelan, dan tanpa kita sadari ketika sudah terbangun, adalah tubuh menjadi lelah untuk menghadapi keadaan nyata.
Friday, April 25, 2008
Nomaden a.k.a homeless
Pagi ini aku "terbangun" dari dalam tidurku, seseorang menanyakan alasanku kenapa untuk tidak pulang ke rumah malam kemaren, dan aku menjawab " karena aku tidak ingin pulang ke rumah", "mengapa kamu tidak ingin pulang ke rumah?", tanya dia sekali lagi.
" karena aku bosan di rumah!" jawabku.
aku sadar dengan apa yang aku lakukan ini, terkadang aku malu dengan diriku sendiri. di usia yang tidak muda lagi, aku masih menumpang di rumah orang tua, menumpang untuk mendapatkan makanan, menumpang untuk merebahkan badan, dan menumpang untuk menyimpan barang2. aku tahu, rumahku sangatlah nyaman, walaupun aku tidak memiliki kamar sendiri, setiap malam aku merebahkan badan di depan televisi hingga ku tertidur.
aku sadar, kalau kondisi seperti ini tetap harus aku lalui, maka tidaklah baik bagi diriku. masih terngiang dalam telingaku ketika pacarku menanyakan, kenapa anak muda di sini masih tetap menumpang di rumah orang tua??. dari pertanyaan itu akan timbul beribu jawaban yang ada. budaya disini masih menganggap bahwa anak yang belum menikah itu masih tanggung jawab orang tua. ato mungkin, karena kondisi si anak itu yang belum mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membeli rumah sendiri, jadi masih menumpang orang tua. dan akhirnya tetap saja ada beribu jawaban tentang pertanyaan itu.
bagi aku sendiri, aku akan malu dengan apa yang aku lakukan seperti kebanyakan pemuda di negara ini, walaupun sebenarnya itu adalah sebuah ironi yang tragis, karena aku harus melakukan apa yang mereka([para pemuda) lakukan. aku meninggalkan rumah bukan karena aturan rumah yang membelengguku. tentang aturan bangun, aturan sholat (ini bagiku adalah masalah personal terhadap aku dan DIA). aku melakukan ini karena aku harus bisa "survive" dalam kehidupan. aku mencoba untuk belajar tentang arti kehidupan, ketika aku berada di "luar", aku bisa berkontemplasi ketika dalam keadaan sendiri. aku bisa melihat kenyataan yang ada ternyata harus dilalui oleh diriku. aku harus melalui fase ini agar bisa membuktikan pada diriku dan orang rumah bahwa anak lelaki terakhir mereka akan membanggakan orang tua dan kehidupannya. dan jawaban terakhir yang aku berikan kepada mereka yang akan menanyakan pertanyaan yang sama adalah: hidup adalah sebuah perjuangan untuk mencapai harapan dan keinginan. dan ini adalah saat untuk menjadi traveler dalam kehidupan yang sesungguhnya, walaupun traveler dalam skala kecil, dan memang semua harus di mulai dari yang kecil dulu kan?
selamat kawan! semoga apa yang bisa kita lakukan menjadi contoh bagi yang lain, dan semua itu akan tetap berdialektika!!!
" karena aku bosan di rumah!" jawabku.
aku sadar dengan apa yang aku lakukan ini, terkadang aku malu dengan diriku sendiri. di usia yang tidak muda lagi, aku masih menumpang di rumah orang tua, menumpang untuk mendapatkan makanan, menumpang untuk merebahkan badan, dan menumpang untuk menyimpan barang2. aku tahu, rumahku sangatlah nyaman, walaupun aku tidak memiliki kamar sendiri, setiap malam aku merebahkan badan di depan televisi hingga ku tertidur.
aku sadar, kalau kondisi seperti ini tetap harus aku lalui, maka tidaklah baik bagi diriku. masih terngiang dalam telingaku ketika pacarku menanyakan, kenapa anak muda di sini masih tetap menumpang di rumah orang tua??. dari pertanyaan itu akan timbul beribu jawaban yang ada. budaya disini masih menganggap bahwa anak yang belum menikah itu masih tanggung jawab orang tua. ato mungkin, karena kondisi si anak itu yang belum mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membeli rumah sendiri, jadi masih menumpang orang tua. dan akhirnya tetap saja ada beribu jawaban tentang pertanyaan itu.
bagi aku sendiri, aku akan malu dengan apa yang aku lakukan seperti kebanyakan pemuda di negara ini, walaupun sebenarnya itu adalah sebuah ironi yang tragis, karena aku harus melakukan apa yang mereka([para pemuda) lakukan. aku meninggalkan rumah bukan karena aturan rumah yang membelengguku. tentang aturan bangun, aturan sholat (ini bagiku adalah masalah personal terhadap aku dan DIA). aku melakukan ini karena aku harus bisa "survive" dalam kehidupan. aku mencoba untuk belajar tentang arti kehidupan, ketika aku berada di "luar", aku bisa berkontemplasi ketika dalam keadaan sendiri. aku bisa melihat kenyataan yang ada ternyata harus dilalui oleh diriku. aku harus melalui fase ini agar bisa membuktikan pada diriku dan orang rumah bahwa anak lelaki terakhir mereka akan membanggakan orang tua dan kehidupannya. dan jawaban terakhir yang aku berikan kepada mereka yang akan menanyakan pertanyaan yang sama adalah: hidup adalah sebuah perjuangan untuk mencapai harapan dan keinginan. dan ini adalah saat untuk menjadi traveler dalam kehidupan yang sesungguhnya, walaupun traveler dalam skala kecil, dan memang semua harus di mulai dari yang kecil dulu kan?
selamat kawan! semoga apa yang bisa kita lakukan menjadi contoh bagi yang lain, dan semua itu akan tetap berdialektika!!!
Wednesday, April 23, 2008
Dan kumasuki kembali rumah ini!!!
Sudah sekian lama aku tidak merawat salah satu "rumah"ku di dunia antah berantah ini. Rumah yang bisa dan telah terbiasa menjadi tempat untuk tidur sejenak, duduk sejenak sembari menikmati kopi dan sebatang rokok, dan sebuah rumah untuk melampiaskan kekesalan yang telah lama menjadi batu di kepala!!!
Entah kenapa tiba2 aku begitu merindukan rumahku yang satu ini, ato mungkin gara2 beberapa hari yang lalu aku diminta seorang dosen untuk mengajari dia membuat blog. Mulai dari gimana cara daftarnya, kemudian buat Tagline, posting tulisan, dan gimana caranya membuat tampilan semenarik mungkin.
Aku sempet bertanya "bapak buat blog ini untuk apa tho?",
si bapak yang juga seorang dekan fakultas menjawab "untuk menyampaikan pikiran2 saya serta membantu mahasiswa mencari bahan materi mata kuliah saya".
Dan aku hanya terdiam dan mengangguk dengan tersenyum :), yah syukurlah masih ada orang yang berminat untuk menulis di dunia maya, dan mungkin juga semoga bisa membangkitkan atmosfer yang ilmiah dan kritis di negara ini.
Ahh, yang penting aku bisa kembali ke rumahku yang satu ini, dan ada berbagai macam dorongan yang ingin membuatku kembali.
Ada berbagai pertanyaan dan pikiran yang ingin aku tuangkan kembali ke rumah ini, semoga saja ada yang membaca dan memberikan saran ato pun bisa memberikan sumbangan materil (Baca: Duit), karena kondisi saat ini lagi buser banget alias Butuh Uang SEgeRa banget, hehehehe. Moga aja di bulan mei ntar ada banyak kerjaan, yang berarti ada pemasukan, yang berarti akan ada pengeluaran, yang berarti akan ada cekot-cekot alis mbendol mburi.
Semoga saja rumah ini bisa ramai kembali dengan perabotan - perabotan, selayaknya "rumah" beneran.
Selamat memasuki rumah lagi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Subscribe to:
Comments (Atom)