Jika kita hanya bisa mematri, maka akan tetap tercipta patrian - patrian yang akan selalu membekas di benak kita. Menanyakan ketidak pastian, menanyakan ketidak tahuan, menanyakan ketidak beruntungan, dan akan tetap selalu menanyakan - menanyakan..
kita semua hanya bisa berjalan mengikuti arus air, dan jika kita harus melawan arus air yang menerpa badan. Aku masih ingat ucapan bijak seorang kawan " Nek wis ngerti njeruhe segoro ndang mentaso (kalau sudah tahu dalamnya lautan, segera keluarlah)". Sebuah kata kata yang sebenarnya biasa, tapi cukup bermakna filosofis.
terima kasih kawan..
No comments:
Post a Comment